Kamis, 20 September 2012

Belajar Investasi bersama Commbank

Sekitar 7 tahun yang lalu, setelah lulus SMA saya pengen banget melanjutkan kuliah ke Fakultas Kedokteran, udah sempet ikut Ujian Masuk Mandiri di beberapa universitas dan akhirnya malah terdampar di farmasi. Tapi apa anda tahu berapa sih biaya masuk kuliah sekarang? Atau pernah gak terfikir buat cari tau berapa sih uang masuk fakultas kedokteran saat ini?

Kalau kita liat di website resminya untuk tahun ajaran 2012/2013, FKUI yang disebut-sebut sebagai salah satu fakultas kedokteran negeri paling murah se indonesia saja mematok uang muka Rp 33.700.000,- dan itu harus dengan darah dan air mata lho perjuangannya karena harus bersaing dengan ratusan ribu orang memperebutkan kursi yg sedikit dan sebagai bahan pertimbangan uang masuk FK Triskti sekarang sekitar Rp. 322.500.000,- . Besar atau kecilnya nilai ini tentu relatif bagi masing-masing orang, tapi yang pasti nilai ini akan terus meningkat setiap tahunnya karena inflasi. Kebayang gak sih berapa biaya kuliah yang dibutuhkan anak kita nanti? Oke mungkin anak-anak kita nanti tidak tertarik masuk FK, tapi biaya masuk FK ini bisa jadi patokan karena biasanya biaya masuk FK yg paling mahal diantara jurusan lainnya.

Biar dapet gambaran berapa biaya masuk FK 18 sampe 19 tahun kedepan dengan asumsi anak saya lahir tahun 2013, saya mampir ke webnya QM finance dan ternyata saya harus terkejut terus bilang WOW karena  uang masuk FKUI yg sekarang Rp. 33.700.000,- itu pada 2031 udah jadi Rp. 479.610.704,47 terus uang masuk FKTrisakti yg sekarang Rp. 322.500.000,- pada 2031 akan jadi Rp. 4.589.746.355,85 . Deretan angka yang bikin speechless , 4 milyar boo !!! Saya tahu dan mengerti makna inflasi tapi tidak pernah terbayang kalau nominalnya akan sebanyak itu, nominal yang gak mungkin kekejar dengan menabung.

Untungnya saya dapet kesempatan buat belajar investasi dari Commonwealth Bank tanggal 19 September kemaren di Anomali Coffee.
Seru banget acaranya, dalam suasana yg cozy kita saling sharing gimana sih caranya ngejar inflasi yang 8 % pertahun biar kebutuhan finansial kita tercapai, termasuk salah satunya kebutuhan nyekolahin anak. Ada peserta yg ngejar inflasinya pake logam mulia, ada yang pake saham, ada juga yang pake reksadana. Masing-masing instrumen investasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, logam mulia memang memberikan hasil yang menjanjikan tp modalnya juga gak sedikit, kalau saham selain keuntungannya tinggi kita juga harus menyediakan banyak waktu buat memantau pergerakan sahamnya, dan membutuhkan banyak biaya karena pembeliannya per lot dan percompany. Dan Reksadana ini saya menyebutnya seperti investasi eceran, jadi Manajer Investasi (MI) mengumpulkan  modal dari sekumpulan investor dengan cara menjual unit penyertaan reksadana. Dana yang terkumpul ini kemudian dikelola oleh MI dalam potofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek atau sekuriti lainnya. Kalau di saham kita harus beli per lot atau per 500 lembar saham, di reksadana saham kita sudah bisa mulai berinvestasi dengan modal seratus ribu rupiah saja tanpa perlu meluangkan banyak waktu memantau pergerakan saham karena sudah ada MI yang mengelola, asik kan? 

Reksadana ini ada 4 jenis, berikut penjelasannya : 

Commbank sendiri lebih seperti supermarket reksadana yang menyediakan 60 produk reksadana dari 11 MI yang berbeda.  Mau investasi reksadana jenis yang mana kembali lagi ke tujuan finansial kita apa dan berapa lama target pencapaiannya apakah jangka pendek , jangka menengah atau jangka panjang ? asiknya di commbank, walaupun kita investnya recehan tapi pelayanannya kayak priority banking, ada personal banker yang bersedia ngasih saran produk apa aja sih yang sesuai dengan tujuan finansial kita dan mengingatkan kita kalau harga sedang naik atau turun. Tetep kita harus ingat prinsip investasi reksadana yang high risk-high return, low risk-low return, dan kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja dimasa datang.

Acara belajar investasi ini di tutup dengan sesi tanya jawab dan live tweet quiz yang berhadiah sesi konsultasi dengan financial planner juga lho, tapi sayang saat itu hp saya sudah kehabisan baterai jadi ga bisa ikutan live tweetnya.



Selasa, 18 September 2012

Wold Wide Views on Biodiversity

Tanggal 15 September 2012 kemarin saya diundang oleh seorang teman untuk berpartisipasi dalam acara konsultasi publik "World Wide Views on Biodiversity" di hotel Mega Anggrek Jakarta. Agar acara berjalan tepat waktu dan karena banyak peserta yg berasal dari luar Jabodetabek maka panitia menyediakan akomodasi penginapan di Hotel Mega Anggrek yang lumayan keren, apalagi buat saya yang ga pernah nginep di hotel dan gaptek dengan teknologi kunci kartu hehehe.....



Dalam acara "World Wide Views on Biodiversity" ini para peserta, yg mewakili berbagai profesi, latar belakang pendidikan, usia dan tempat tinggal, diajak untuk turut berpartisipasi aktif menyuarakan pendapat kita tentang keanekaragaman hayati karena hasilnya akan dipresentasikan di COP di India bulan Oktober mendatang, dimana perwakilan dari berbagai negara diseluruh dunia akan bertemu untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan yang dapat dilakukan untuk menghentikan penurunan keanekaragaman hayati di dunia. Acara ini gak cuma diadain di Indonesia lho tapi serentak di 34 kota dari  25 negara. Mbokjamu seneng banget deh bisa ikut terlibat dalam usaha penyelamatan bumi ini. Berikut Mbokjamu share ilmu yg didapet selama acara, cekidot !

Keanekaragaman hayati (biodiversity) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai variasi makhluk hidup yang terdapat dialam, termasuk didalamnya berbagai jenis tanaman, hewan, serta mikroorganisme di darat dan di air (baik perairan tawar maupun laut). Ternyata dalam 30 tahun terakhir, kebutuhan manusia akan sumber daya alam telah mengakibatkan penurunan keanekaragaman hayati yang drastis lho.
Jadi pada kondisi alam yang utuh, berbagai jenis organisme berinteraksi, sehingga menghasilkan berbagai sumber daya dan sistem alami yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Diantaranya adalah air dan udara bersih, makanan, sumber energi, serat dan obat, tanah yang  subur, cukupnya nutrien tanaman, komoditas pertanian/perkebunan, dan hewan ternak. Semakin kaya keanekaragaman di alam, semakin besar peluang untuk ditemukannya obat baru, pertumbuhan ekonomi dan kemampuan beradaptasi dengan tantangan alam seperti perubahan iklim. Keanekaragaman hayati tidak hanya merupakan fondasi, tetapi juga perekat yang menyatukan berbagai kehidupan dimuka bumi ini. Hilangnya keanekaragaman hayati akan berdampak pada semua orang diseluruh dunia, namun terdapat berbagai pandangan yang berbeda mengenai apa dan seberapa besar usaha yang harus dilakukan untuk melindunginya. Karena hal tersebut pada pertemua World Wide Views ini kami dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang didampingi oleh seorang fasilitator yang memandu jalannya diskusi dan voting. Pertama-tama di perlihatkan video tentang keanekaragaman hayati kemudian kami diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat tentang keanekaragaman hayati, masalah hilangnya keaneka ragaman hayati serta apa yang harus dilakukan untuk melindunginya dan terakhir masing-masing orang mengisi lembar pertanyaan vote. Hasil voting dari 25 negara ini bisa di lihat di website wwviews dan kita juga bisa membandingkan jawaban para peserta dari Indonesia dengan Amerika misalnya.

Acara ini makin seru karena di kelompok diskusi saya, kelompok 2, berisi orang-orang dengan latar belakang profesi dan asal daerah yang beragam. Ada Kak Ane sebagai fasilitator, Bapak Budi laksana dari Serikat Nelayan Indonesia Indramayu, mas Nugroho petani muda dari Purwokerto, Mas Jubir yg aktivis lingkungan hidup, Andriana analis Dexamedica, dan anggota kelompok termuda Siti Ayu yang baru lulus SMA. Terasa sekali suasana diskusi yang cerdas, walau masing-masing anggota kelompok punya pandangan yang berbeda kami tetap saling mendengarkan dan menghargai pandangan masing-masing. Ada satu hal yang membuat kami semua satu suara yaitu ketika membahas Protokol Nagoya, kami semua mendukung diberlakukannya Protokol Nagoya ini.

Seperti berbagai jenis sumber daya lainnya, sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional terkait yang ada diantara komunitas adat dan lokal tidak terdistribusi secara merata di dunia. Sumber daya genetis banyak terdapat di daerah dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, sebagai contoh, sebagian besar bahan  obat ditemukan di daerah tropis dan negara berkembang. Namun, perusahaan-perusahaan yang dapat mengeksploitasi sumber daya genetik sebagian besar berasal dari negara maju karena memiliki teknologi pengolahannya. Jika dilihat dari sudut pandang negara berkembang, kondisi ini disebut "pembajakan hayati" atau "biopiracy", suatu istilah yang digunakan pada kasus-kasus dimana perusahaan-perusahaan tersebut memperoleh sumber daya genetik dari negara lain tanpa meminta izin dan tanpa memberikan pembagian keuntungan yang diperoleh dari pemanfaatan komersil kepada negara tempat sumber daya tersebut berasal. Perjanjian mengenai akses terhadap sumber daya genetik dan pembagian keuntungan yang adil dan merata dari pemanfaatannya disebut Protokol Nagoya.

Semoga pertemua World Wide Views ini bisa membawa dampak positif yang nyata bagi perlindungan bumi kita terutapa sumber daya alam di Indonesia.