Senin, 24 November 2008

PB2008

ini postingan lanjutan PB 2008, sesuai janji mbokjamu it's the photo bloging of PB 2008


mbok jamu mampir di pesta bloger



radith ga usah tegang gitu dong....



dith, mbokjamu pinjem sebentar ya.....



very talented Maylaffayza



makan siang bareng anak-anak multiply
ibu presiden multiply qo dibelakang aza c




fabulous party
fabulous friends
gak sabar nunggu pesta bloger 2009

Sabtu, 22 November 2008

i went to pesta bloger 2008

yes i went to pesta bloger 2008
sebenernya banyak banget cobaan (pertimbangan) yang bikin saya seharus nya gak ikut pesta bloger kemaren. Hari sabtu itu masih ada kuliah bioanalisis farmasi yang sampe hari ini (7 pertemuan) belum pernah sekalipun saya hadir dikelasnya, 4 kali gah masuk coz jadi panitia acara, 1 kali sakit, 1 kali salah dapet informasi, dan 1 kali bolos karena ikutan pesta bloger atas prakarsa steffy, hehehe.... Mbokjamu ucapkan banyak terima kasih buat temen2 yang telah dengan setia menandatangani absensi saya, thx u' guys (tidak untuk ditiru y!)

Akhirnya kemaren, dengan semangat 45 mbok jamu ikutan ke Pesta Blogger 2008 di gedung BPPT. Atmosfernya luar biasa banget. Bukan cuma ketemu bloger dari seluruh Indonesia tapi juga dari Malaysia, Singapore, Amrik, bahkan saya ketemu Tsukasa anak S2 jepang yang sekarang lagi bikin thesis tentang bloger. Wah... saya langsung deh bergerilnya mengumpulkan kartu nama ma alamat blog orang-orang yang saya temui, mbokjamu jadi dapet banyak link bloger ganteng nie hehehe....

Waktu breakout session saya ikutan diskusi grup tentang social political bloging, yang merupakan minoritas di acara tersebut. Bukan karena tema lain gak menarik atau mbokjamu mo nyalon jadi capres kampus or anggota dewan tapi saya pengen mendengar gimana bloger-bloger luar negri berbicara tentang politik. Pembicaranya adalah Mr. Brown dari Singapore dan Mr Jeff yang kebetulan adalah seorang anggota parlemen di Malaysia. Uniknya Mr. Jeff ini diangkat jadi anggota parlemen karena tulisan-tulisan di blognya. Semoga politisi Indonesia juga bisa memanfaatkan sarana blog, biar kita bisa tahu bagaimana pemikiran dan ide-idenya bukan cuma mejeng di facebook aja.

They give a lot's trick to make our political blog as fun reading. Our blog must as mirror, reflecting what others says about politic. Dengan begitu pemerintah dapat melihat pandangan masyarakat dengan jernih dan masyarakat (pembaca blog kita) dapat merasa terwakili. Then we must encourage the fun parts of political issue, seperti yang dibilang Mr Brown yang bisa bikin semua hal jadi fun thing ini
make our word sound very important to world, your blog can impacting others who reads your opinion so menulis dengan ringan dan fun bisa membuat pembaca lebih mudah menyerap tulisan kita, disamping kalau kita diserang coz tulisan politik kita, kita bisa bilang " it's just a joke" sambil nyengir-nyengir....

Diantara banyaknya blog-blog yang ada di indonesia,they inspiring us to comunicate meaningfull for others coz being different is not enough we must make our blog impacting other's who read our opinion. Like Mr Jeff said "what i mean is i do, what i do is i mean"

abis itu acara narsis every wherenya mbok jamu masih berlanjut....
kita sempet foto-foto lho sama Mayla Fayza, tapi coz something trouble with the camera's foto2nya menyusul deh....

Sabtu, 08 November 2008

Proud to be Indonesian Women

Wanita Indonesia ideal, awalnya yang terlintas dalam benak saya ketika memikirkan kata itu adalah seorang perempuan Indonesia yang dengan bangga memiliki kulit cokelat keemasan yang menjadi dambaan jutaan wanita eropa, berkepribadian halus, kreatif menghadapi berbagai kesulitan hidup, mampu berperan ganda dan rela berkorban demi keluargannya. Tapi setelah mengamati wanita-wanita di sekitar saya bayangan tersebut berubah menjadi perempuan Indonesia yang berlomba-lomba menjadi seputih bintang iklan pemutih, secantik model Revlon, memiliki tubuh sekurus mungkin namun beberapa bagian tubunya dibuat semenonjol mungkin, rambut panjang berwarna cokelat yang diberi highlight disana-sini yang menggunakan barang-barang bermerek. Sosok konsumerisme tingkat tinggi.

Kesenjangan sosial yang begitu terasa di Indonesia mungkin menjadi penyebab wanita Indonesia takut menjadi dirinya sendiri. Takut dipandang rendah oleh masyarakat sehingga cenderung untuk menjadi follower trend yang berkembang yang akhirnya mereka kehilangan jati dirinya. Sayang sekali jika potensi yang dimiliki banyak wanita Indonesia harus terkubur hidup-hidup hanya karena ia merasa tidak cantik, tidak pantas untuk bersaing. Jika situasi ini dibiarkan akan menyulitkan posisi wanita Indonesia dalam persaingan bebas yang menjadi salah satu tantangan abad ke 21. Wanita Indonesia akan tidak memiliki ciri khas dan takut berkembang.

Jawaban permasalahan ini sebenarnya sederhana, kita sebagai wanita harus dapat mengenali diri sendiri dan menyadari hak dan kewajiban kita. Mengenali diri sendiri berarti kita berusaha mengetahu apa saja kelebihan diri kita dan berusaha mengembangkan potensi yang kita miliki tersebut hingga dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Kelemahan yang kita miliki jangan menghalangi kita untuk berkembang tapi kita harus memandangnya sebagai keunikan masing-masing pribadi. Pandanglah diri kita sebagi bunga mawar cantik yang memiliki duri pada tangkainya bukan tangkai berduri yang berbunga mawar.

Sebagi wanita kita tidak hanya harus mengenali diri sendiri tapi juga harus tahu dengan jelas apa hak dan kewajiban yang kita miliki. Saya melihat masih banyak wanita Indonesia yang mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan, hal itu dapat dicegah jika kita sebagai wanita tahu apa hak dan kewajiban kita, sampai dimana batasan kita. Sehingga kita berani menolak dan berkata tidak pada hal yang diluar batas.

Mengenal diri sendiri akan memudahkan kita mengembangkan potensi yang kita miliki sedang menyadari hak dan kewajiban sebagai wanita akan memperjelas batas ruang gerak kita dalam mengembangkan diri. Karena pohon mawar yang cantik pun akan berubah menjadi semak belukar bila dibiarkan tumbuh liar tanpa batas. Mari bersama kita melangkah maju menghadapi tantangan abad ke 21 sebagai wanita Indonesia. Wanita cerdas yang bangga menjadi dirinya, tidak minder, tidak ikut-ikutan, berani bersinar dan aktif bekerja sama membantu wanita lain untuk bersinar. Ada yang punya pendapat lain atau ingin menambahkan, silahkan sharing .....