Diruangan ini
kami terdiam terpaku
aku menatap matanya
lalu mencoba tersenyum
dia juga menatapku dan tersenyum
jutaan aura terpancar dari matanya yang teduh
sinar mata itu
tak sanggup aku memandangnya lama-lama
mata teduh yang kini terletak di dalam rongga cekung penuh kelelahan
ditemani pipi kurus penh kerutan
dan rambut putih berkilauan yang mulai berguguran
ia menggenggam tanganku
hangat....
kami terdiam
lama
cukup lama sampai aku sempat membuka memoriku akan genggaman tangan itu
